World by City

Armenia Panduan Mata Uang Armenia

Mata uang dan panduan pembayaran di Armenia dalam satu halaman.

Mata Uang

Dram Armenia

AMD

Cek Kurs

Periksa melalui aplikasi bank atau penerbit kartu sebelum berangkat

Kurs dan biaya riil berbeda-beda untuk setiap bank dan penerbit kartu.

Tips Pembayaran Saat Liburan

Selalu bayar dengan mata uang lokal

Jika mesin EDC menanyakan mata uang pembayaran, selalu pilih mata uang lokal untuk menghindari biaya konversi tersembunyi (DCC).

Siapkan kartu wisata sebelum berangkat

Kartu multi-mata uang prabayar memungkinkan Anda menukar uang di aplikasi dan berbelanja layaknya kartu debit di luar negeri. Hemat biaya daripada penukaran tunai dan dapat dibekukan seketika melalui aplikasi jika hilang.

Penukaran di bandara: Pilihan terakhir

Konter penukaran bandara praktis namun kursnya paling mahal. Tukar uang di aplikasi bank sebelum berangkat atau tarik tunai di ATM lokal.

Periksa biaya ATM di layar mesin

Mesin ATM lokal mungkin mengenakan biaya tambahan. Periksa biaya yang tertera di layar dan selalu pilih penarikan dalam mata uang lokal (hindari DCC).

Simpan Uang Tunai Kecil Terpisah

Di negara mana pun selalu ada tempat yang tidak menerima kartu (pasar, tip). Bawa sedikit uang tunai pecahan kecil.

Kartu untuk Luar Negeri

Pelajari kartu multi-mata uang Wise

Satu akun untuk lebih dari 40 mata uang, konversi dan pembayaran dengan kurs pasar riil. Sangat praktis untuk perjalanan lintas negara — tidak perlu menukar setiap mata uang secara terpisah.

Lihat Detail

Data Internet Lokal

Beli eSIM untuk Armenia sebelum berangkat

Aktivasi data internet dengan kode QR tanpa perlu ganti kartu SIM. Beli sebelum berangkat dan aktifkan begitu Anda mendarat.

Silakan periksa harga dan ketersediaan di situs pemesanan.

Panduan Kota di Armenia

Yerevan

Yerevan adalah ibu kota dan kota terbesar di Armenia. Kota ini juga merupakan salah satu kota berpenghuni tertua di dunia. Sebelumnya, kota ini juga dikenal dengan nama Erivan dan Erebuni. Yerevan berkembang di sepanjang Sungai Hrazdan, dan anak Sungai Araks mengalir melintasi kota ini. Yerevan merupakan pusat administrasi, budaya, dan industri di Armenia. Industri pembuatan mesin, metalurgi, produksi anggur dan brendi, serta industri tembakau berkembang pesat di sini. Kota ini menjadi ibu kota Armenia sejak tahun 1918 dan merupakan ibu kota ketiga belas dalam sejarah Armenia. Berdasarkan sensus tahun 2011, Yerevan memiliki populasi sebanyak 1.060.138 jiwa, yang mencakup 35% dari total populasi Republik Armenia.

Gyumri

Gyumri adalah kota yang terletak di barat laut Armenia, ibu kota Provinsi Shirak, dengan populasi 150.917 jiwa (per tahun 2001). Kota ini merupakan kota terbesar kedua di Armenia dan berjarak sekitar 120 km dari Yerevan (ibu kota Armenia). Secara iklim, musim dingin di sini sangat membeku dan dingin menusuk, sedangkan musim panas relatif panas. Curah hujan tahunan berkisar sekitar 500 mm.

Hrazdan

Hrazdan adalah kota yang terletak di Armenia barat dan merupakan ibu kota Provinsi Kotayk. Kota ini berjarak 45 km ke arah timur laut dari ibu kota Yerevan. Dengan populasi 53.400 jiwa (perkiraan 2011), kota ini merupakan kota dengan penduduk terbanyak kelima di Armenia. Pada tahun 1989, populasinya tercatat mencapai 59.000 jiwa.

Abovyan

Abovyan adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Kotayk, Armenia. Kota ini berjarak 16 km di timur laut ibu kota Yerevan dan dianggap sebagai kota satelit. Oleh karena itu, kota ini dikenal sebagai "gerbang utara Yerevan".

Dvin

Dvin adalah kota perdagangan besar dan ibu kota Armenia pada awal abad pertengahan. Kota ini terletak di sebelah utara ibu kota kuno Armenia sebelumnya, yaitu kota Artaxata, di sepanjang tepi Sungai Metsamor, 35 kilometer (22 mil) di sebelah selatan Yerevan modern. Dvin diklaim sebagai salah satu kota terbesar di sebelah timur Konstantinopel sebelum dihancurkan oleh bangsa Mongol pada abad ke-13, tetapi dengan luas wilayah keseluruhan sekitar 1 km², kota ini jauh lebih kecil dibandingkan banyak kota besar di Asia. Kota ini memiliki perkiraan populasi sebanyak 45.000 jiwa pada tahun 361, 47.000 jiwa pada tahun 622, dan sekitar 100.000 jiwa pada masa puncaknya di abad ke-8.